Rabu, 29 Juni 2011

Bahasa Kanton 粤语/粵語

Dituturkan di : Cina, Singapura, Indonesia, Malaysia, Kanada, Australia, Selandia Baru dan negara-negara lain yang ditinggali oleh migran-migran orang Kanton.
Daerah di Cina : provinsi Guangdong bagian tengah (Delta Sungai Mutiara (Pearl River) termasuk Hong Kong dan Makau); bagian timur Daerah Otonomi Guangxi
Jumlah penutur : 66 juta
Rumpun bahasa : Sino-Tibet, Bahasa Tionghoa, Yue
Bahasa resmi di : Hong Kong, Makau

Bahasa Kanton atau Yuè (广东话/廣東話, secara harafiah: bahasa Guangdong; di Indonesia sering disebut bahasa Konghu) adalah salah satu dari dialek bahasa Tionghoa yang dituturkan di barat daya Cina, Hong Kong, Makau, masyarakat keturunan Tionghoa di Asia Tenggara dan juga masyarakat Tionghoa di belahan dunia lain.

Bahasa Kanton merupakan bahasa perdagangan kebanyakan orang-orang Tionghoa yang tinggal di luar negeri - dituturkan oleh hampir 70 juta orang di seluruh dunia, jumlah yang hanya bisa disaingi di luar Cina oleh Bahasa Hokkien yang mempunyai sekitar 40 juta penutur.

Sejarah dialek Kanton ini dapat ditarik balik ke zaman Dinasti Tang. Menurut penelitian dari ahli bahasa Han di Tiongkok, dialek Kanton merupakan salah satu dialek bahasa Han tertua yang masih tersisa sekarang ini. Dialek Kanton digunakan secara luas pada zaman Dinasti Tang. Itu makanya anggapan bahwa melafalkan puisi Li Bai, Du Fu yang hidup pada zaman Dinasti Tang dengan dialek Kanton adalah lebih cocok daripada melafalkannya dengan bahasa Mandarin yang kita kenal sekarang ini.

Bahasa Kanton ini juga punya pembicara di kalangan Tionghoa di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, bahasa Kanton biasa dikenal dengan sebutan bahasa Konghu.

Sumber :: Wikipedia Ensiklopedia Bebas
Read More..

Bahasa Mandarin (北方话)

Dituturkan di : Republik Rakyat Cina, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia,
dan komunitas keturunan Cina lainnya di seluruh dunia
Daerah : Sebagian besar bagian utara dan barat daya Cina;
dimengerti secara luas di bagian lainnya
Jumlah penutur : +/- 867,2 juta
Peringkat : 2 Didunia setelah Bahasa Inggris
Rumpun bahasa : Sino-Tibet, Bahasa Tionghoa, Bahasa Mandarin

Bahasa Mandarin (Tradisional: 北方話, Sederhana: 北方话, Hanyu Pinyin: Běifānghuà, harafiah: "bahasa percakapan Utara" atau 北方方言 Hanyu Pinyin: Běifāng Fāngyán, harafiah: "dialek Utara") adalah dialek Bahasa Tionghoa yang dituturkan di sepanjang utara dan barat daya Republik Rakyat Cina. Kata "Mandarin", dalam bahasa Inggris (dan mungkin juga Indonesia), digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah Cina yang berbeda yang merujuk kepada kategori-kategori bahasa Cina lisan.

Dalam pengertian yang sempit, Mandarin berarti Putonghua 普通话 dan Guoyu 國語 yang merupakan dua bahasa standar yang hampir sama yang didasarkan pada bahasa lisan Beifanghua* (lihat di bawah). Putonghua adalah bahasa resmi Cina dan Guoyu adalah bahasa resmi Taiwan. Putonghua - yang biasanya malah dipanggil Huayu - juga adalah salah satu dari empat bahasa resmi Singapura.

Dalam pengertian yang luas, Mandarin berarti Beifanghua (secara harafiah berarti "bahasa percakapan Utara"), yang merupakan sebuah kategori yang luas yang mencakup beragam jenis dialek percakapan yang digunakan sebagai bahasa lokal di sebagian besar bagian utara dan barat daya Cina, dan menjadi dasar bagi Putonghua dan Guoyu. Beifanghua mempunyai lebih banyak penutur daripada bahasa apapun yang lainnya dan terdiri dari banyak jenis termasuk versi-versi yang sama sekali tidak dapat dimengerti.

Seperti ragam-ragam bahasa Cina lainnya, ada banyak orang yang berpendapat bahwa bahasa Mandarin itu merupakan semacam dialek, bukan bahasa.
* Dalam bahasa Indonesia dibaca: Peifanghua

Asal kata Mandarin

Kata mandarin dalam bahasa Indonesia sendiri sepertinya diserap dari bahasa Inggris yang mendeskripsikan bahasa Cina juga sebagai bahasa Mandarin. Namun sebenarnya, kata Mandarin ini diserap bahasa Inggris dari bahasa Cina sendiri. Mandarin secara harfiah berasal dari sebutan orang asing kepada pembesar-pembesar Dinasti Qing di zaman dulu. Dinasti Qing adalah dinasti yang didirikan oleh suku Manchu, sehingga pembesar-pembesar kekaisaran biasanya disebut sebagai Mandaren (Hanzi: 滿大人) yang berarti Yang Mulia Manchu. Dari sini, bahasa yang digunakan oleh para pejabat Manchu waktu itu juga disebut sebagai bahasa Mandaren. Penulisannya berevolusi menjadi Mandarin di kemudian hari.


Nama-nama lain

  • Guoyu - (Hanzi: 國語) adalah sebutan lain bagi dialek Utara bahasa Han yang kita kenal sebagai bahasa Mandarin. Guoyu berarti harfiah "bahasa nasional", sesuai dengan kenyataan bahasa Mandarin ditetapkan sebagai bahasa resmi pemerintahan dan nasional di beberapa negara seperti Republik Rakyat Cina dan Republik Cina di Taiwan.



  • Huayu (Hanzi: 華語) adalah nama lain dari dialek Utara bahasa Han yang kita kenal sebagai bahasa Mandarin sekarang ini. Huayu berarti harfiah "bahasa Hua", merupakan bahasa yang umum digunakan oleh orang Cina dalam hal ini menunjuk kepada bahasa Mandarin yang luas dituturkan.



  • Read More..

    Jumat, 24 Juni 2011

    Lagu Kebangsaan RRC


    Judul                     : Yìyǒngjūn Jìnxíngqú (义勇军进行曲)
    Arti                        : Mars Para Sukarelawan
    Penggubah musik : Nie Er (聂耳)
    Penulis lirik           : Tian Han (田汉)

    Lirik

    起来!不愿做奴隶的人们!
    把我们的血肉,筑成我们新的长城!
    中华民族到了最危险的时候,
    每个人被迫着发出最后的吼声。
    起来!起来!起来!
    我们万众一心,
    冒着敌人的炮火前进!
    冒着敌人的炮火前进!
    前进!前进!进!

    Dalam Pinyin

    Qǐlái! Búyuàn zuò núlì de rénmen!
    Bǎ wǒmen de xuèròu zhùchéng wǒmen xīnde chángchéng!
    Zhōnghuá Mínzú dào le zùi wēixiǎnde shíhòu,
    Měige rén bèipòzhe fāchū zùihòude hǒushēng.
    Qǐlái! Qǐlái! Qǐlái!
    Wǒmen wànzhòngyīxīn,
    Màozhe dírén de pàohuǒ, Qiánjìn!
    Màozhe dírén de pàohuǒ, Qiánjìn!
    Qiánjìn! Qiánjìn! Jìn!

    Terjemahan Bahasa Indonesia

    Bangkitlah, wahai orang yang tak rela menjadi budak !
    Dengan darah dan daging, kita bangun Tembok Besar yang baru !
    Rakyat Hua telah sampai pada saat yang paling kritis,
    Setiap orang dipanggil untuk bertindak
    Bangkit ! Bangkit ! Bangkit !
    Kita semua bersatu hati
    Hadapi meriam musuh, maju !
    Hadapi meriam musuh, maju !
    Maju ! Maju ! Maju !

    Terjemahan Bahasa Inggris

    Arise, ye who refuse to be slaves!
    With our flesh and blood, let us build our new Great Wall!
    People of Hua face its greatest danger.
    From each one the urgent call for action comes forth.
    Arise! Arise! Arise!
    Millions with but one heart,
    Braving the enemy's fire.
    March on!
    Braving the enemy's fire.
    March on! March on! March on!
    Read More..

    Lagu Kebangsaan Taiwan

    "Lagu Kebangsaan Republik Cina" (Hanzi tradisional: 中華民國國歌, Hanzi sederhana: 中华民国国歌, Pinyin: Zhōnghuá Míngúo gúogē) adalah Lagu Kebangsaan Republik Cina. Secara informal, lagu ini juga dikenal dengan nama "San Min Chu-i" atau "Tiga Prinsip Rakyat" diambil dari bait pertama lagu ini, namun nama ini tidak pernah digunakan secara formal. Lirik lagu ini berisi visi dan harapan sebuah negara baru beserta masyaratnya yang dapat dicapai dari implementasi ideologi "San Min Chu-i" (Tiga Prinsip Rakyat).

    Sejarah
    Teks "Lagu Kebangsaan Republik Cina" ditulis oleh kolaborasi beberapa anggota Kuomintang, yaitu:

    * Hu Han-min (胡漢民 Hú Hànmín),
    * Tai Chi-t'ao (戴季陶; Dài Jìtáo),
    * Liao Chung-k'ai (廖仲愷 Liáo Zhōngkǎi)
    * Shao Yüan-ch'ung (邵元沖 Shào Yuánchōng).

    Teks ini dibacakan pertama kali pada tanggal 16 Juli 1924 sebagai pidato pembukaan Sun Yat Sen pada acara pembukaan Akademi Militer Whampoa

    Setelah keberhasilan Ekspedisi Utara, Kuomintang memilih teks ini sebagai lagu partai mereka dan mengadakan kontes untuk menciptakan musik yang tepat untuk teks ini. Ch'eng Mao-yün (程懋筠; Chéng Màoyún) memenangkan kontes ini dari 193 partisipan.

    Pada tanggal 24 Maret 1930, beberapa anggota partai Kuomintang mengajukan proposal untuk menggunakan pidato Sun Yat Sen sebagai lirik Lagu Kebangsaan. Oleh karena adanya oposisi atas penggunaan simbol partai politik untuk mewakili seluruh negeri, sebuah Komite Penelitian dan Penyuntingan Lagu Kebangsaan (國歌編製研究委員會), yang kemudian mengesahkan lagu partai KMT, dibentuk. Pada tanggal 3 Juni 1937 Central Standing Committee (中央常務委員會) menyetujui proposal ini, dan tahun 1934, "San Min Chu-i" secara resmi menjadi lagu kebangsaan Republik Cina.

    Lagu kebangsaan ini terpilih menjadi lagu kebangsaan terbaik di dunia pada Olimpiade 1936.

                                             Lirik

    Hanzi tradisional          Hanzi sederhana

    三民主義,吾黨所宗,            三民主义,吾党所宗,
    以建民國,以進大同。            以建民国,以进大同。
    咨爾多士,為民前鋒;            咨尔多士,为民前锋;
    夙夜匪懈,主義是從。            夙夜匪懈,主义是从。
    矢勤矢勇,必信必忠;            矢勤矢勇,必信必忠;
    一心一德,貫徹始終。            一心一德,贯彻始终。

    Lirik lagu ini ditulis dalam Bahasa Cina Klasik (文言文). Sebagai contoh:

    * ěr (爾) menunjuk pada kata ganti orang ke-dua baik bentuk tunggal maupun jamak tergantung dalam konteks kalimat. Dalam lirik, ěr (爾) ini memiliki arti jamak "kalian",
    * fěi (匪) menunjuk pada negasi (不 bù), dan
    * zī (咨) merupakan sebuah kata seru dalam konteks lirik lagu ini dan tidak pernah digunakan dalam bahasa Mandarin Lisan Modern.

    Dalam hal ini, lagu kebangsaan Republik Cina berbeda dengan lagu kebangsaan Republik Rakyat Cina, Barisan Para Sukarelawan, yang secara keseluruhan ditulis dalam Bahasa Cina Vernakular (白話文).

    Selain bersifat klasik, lirik ini juga bersifat puitis. Bentuk ini mengikuti Puisi Empat Karakter (四言詩) yang muncul pertama kali pada Dinasti Zhou. Karakter terakhir dari setiap baris berbunyi -ong (adapula sebagai -eng). Oleh karena bersifat puitis, beberapa kata dalam teks ini memiliki interpretasi yang berbeda. Hal ini terlihat dari terjemahan lirik lagu ini.
     
    Terjemahan

    Terjemahan versi resmi yang diterjemahkan oleh Tu Ting-hsiu (杜廷修) ke dalam Bahasa Inggris digunakan dalam beberapa panduan resmi bahasa asing yang dipublikasikan oleh pemerintah ROC.

    Resmi

    San Min Chu-i(=Tiga prinsip rakyat), 
    adalah prinsip kami
    Untuk mencapai tanah merdeka,
    Keamanan dunia, prinsip kami.
    Teruskan, sahabat,
    Andalah contoh rakyat
    Berpegang kukuh kepada prinsip,
    Demi matahari dan bintang.
    Bersungguh dan berani,
    Demi negara anda,
    Satu hati, satu semangat,
    Satu pikiran, satu prinsip.

    Harfiah


    San Min Chu-i(=Tiga prinsip rakyat), 
    prinsip dasar partai kita.
    Dengan ini, kita membangun negara untuk rakyat;
    Dengan ini, kita maju ke dalam kedamaian total.
    Oh, kalian, para pendekar,
    Untuk rakyat, jadilah barisan depan.
    Siang dan malam tanpa lelah,
    Ikuti prinsip.
    Bersumpah untuk tekun; bersumpah untuk berani.
    Harus dipercaya; harus setia.
    Satu hati, satu kebajikan,
    Dibawa sampai akhir hayat.

    Baris ke-tujuh dan delapan dari terjemahan Tu dan harfiah berbeda secara dramatis, namun terjemahan Tu hanyalah dalam urutan yang terbalik, untuk mengikuti urutan kata dalam bahasa Inggris. Selain itu, kata "siang" dan "malam" digantikan oleh metonim "matahari" dan "bintang". Puisi Bahasa Cina Klasik pada dasarnya mempunyai interpretasi yang sangat luas.

    Perbedaan yang sangat besar sebenarnya disebabkan oleh interprtasi resmi, yang mana beberapa kata yang bersifat politis memiliki penekanan yang signifikan:

    1. "Partai kita" (吾黨) diperluas menjadi "aliansi kita", yang artinya "kita semua", meliputi anggota non-partai.
    2. "Para pendekar" (多士) dipersonifikasi menjadi semangat berjuang semua warga negara, termasuk rakyat sipil.
    3. "Barisan depan" (前鋒) menyimbolisasikan "model warga negara"

    Intepretasi ini diajarkan di sekolah-sekolah Taiwan, namun beberapa menganggap perluasan frasa-frasa ini sebagai intepretasi yang tidak konsisten dengan yang sebenarnya. Kata "kesatuan besar" (大同) diintepretasikan sebagai "keharmonisan total dunia" (世界大同) dan merupakan sebuah istilah Kong Hu Cu yang tertulis dalam Kitab Ajaran Besar sebagai tujuan akhir manusia yang seharusnya perjuangkan. Istilah ini juga kadang-kadang diterjemahkan menjadi "sosialisme".
    Penggunaan di Taiwan

    Lagu ini secara luas dapat didengar dalam acara-acara penting seperti upacara penamatan sekolah dan upacara penaikan bendera. Namun selama beberapa tahun lagu ini diputar sebelum semua pemutaran film. Lagu ini pernah digunakan untuk mengidentifikasikan imigran ilegal yang datang ke Taiwan dari Fujian disebabkan oleh ketidakmampuan mereka untuk menyanyikan lagu ini. Dilaporkan pula cara ini tidak lagi efektif karena para imigran gelap ini telah mempelajari lagu ini sebelum datang.

    Oleh karena awalnya merupakan lagu partai Kuomintang (KMT) dan disusun di Cina Daratan sebagai pidato untuk Akademi Milter Whampoa (sebuah sekolah militer yang didirikan oleh KMT), mereka yang mendukung Kemerdekaan Taiwan keberatan dengan penggunaannya sebagai lagu kebangsaan. Frasa "partai kami" (吾黨) sebenarnya merujuk pada KMT, dan karenanya dianggap tidak pantas dijadikan sebagai lagu kebangsaan. Oleh karena Taiwan tidak lagi diperintah oleh pemerintahan satu partai, arti dari「黨」diperluas menjadi arti yang lebih umum "kita"—— seperti yang pernah digunakan sebelum adanya partai politik—— di mana kata ini merujuk pada sebuah kelompok masyarakat yang berhubungan satu sama lain oleh ideologi dan tujuan yang sama.

    Partai Progresif Demokratik telah menerima lagu ini sebagai lagu kebangsaan, namun lagu ini sering dimainkan dalam konteks Taiwan yang kuat seperti dinyanyikan oleh paduan suara orang Aborigin Taiwan ataupun dinyanyikan dalam Bahasa Taiwan (varian Bahasa Hokkien di Taiwan) atau Bahasa Hakka. Tahun 2006, Presiden Chen Shui-Bian, setelah kembali dari perjalanan luar negerinya ke negara sekutu diplomatik ROC di Amerika Latin, menyatakan bahwa dia mendukung sepenuhnya lagu kebangsaan Republik Cina. Dia mengatakan bahwa setiap warga negara harus belajar menyanyikan lagu kebangsaan mereka dengan bangga dan lantang. Dia juga menekankan pada perlunya pejabat-pejabat resmi pemerintah menyanyikan lagu ini dan bukannya malah menghindarinya. Tanpa pemerintah sebagai contoh yang baik, tidaklah mengejutkan bahwa warga negara tidak menyanyikan lagu ini, kata Chen. Chen Shui-bian mebungkuk pada patung Sun Yat-sen, bapak negara Republik Cina. Dia juga membungkuk pada bendera ROC dan menyanyikan lagu tersebut dengan lantang selagi dia memimpin sebuah upacara di Taipei.

    Lagu ini dilarang di Cina Daratan dan walaupun secara tidak resmi dilarang di Hong Kong, pertunjukkan publik lagu ini sangat tidak dianjurkan. Pada acara pengambilan sumpah Chen Shui-bian pada tahun 2000, lagu ini dinyanyikan oleh seorang penyanyi terkenal A-Mei, yang menyebabkan dia dilarang untuk melakukan perjalan ke Cina Daratan selama beberapa bulan.

    Pada acara-acara internasional seperti Olimpiade di mana Taiwan tidak diijinkan untuk menggunakan nama resminya sebagai ROC dan dipaksa untuk menggunakan Cina Taipei, Lagu Bendera Kebangsaan Republik Cina (中華民國國旗歌) dimainkan sebagai gantinya oleh karena tekanan dari pemerintah Republik Rakyat Cina atas status politik Taiwan.

    Sumber : wikipedia
    Read More..